Friday, 28 August 2015

Pengertian Wireless Acces Point,Client,dan Router

Beberapa tahun yang lalu, kita dapat membedakan antara perangkat Wireless Access Point dan Wireless Router dari sisi harganya. Biasanya, perangkat Wireless Router akan lebih mahal harganya bila dibandingkan dengan perangkat Wireless Access Point. Namun, saat ini, perbedaan dari sisi harga sudah tidak relevan lagi jika digunakan sebagai perbandingan. Bahkan, saat ini beberapa perangkat Wireless Access Point harganya dapat melebihi harga perangkat Wireless Router.

Untuk itu, kita akan mencoba menemukan perbedaan kedua perangkat tersebut dari sisi fungsinya masing-masing.
1. Wireless Access Point dan Wireless Router pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pintu gerbang pengguna wireless di area untuk dapat masuk ke dalam jaringan lokal. Perbedaannya adalah, Wireless Router dilengkapi dengan kemampuan untuk dapat melakukan routing, sedangkan Wireless Access Point tidak memiliki kemampuan tersebut.
2. Wireless Router memiliki fitur Network Address Translation (NAT) yang berfungsi untuk menerjemahkan banyak IP address private/lokal pada komputer klien di belakang Router kepada satu IP address tunggal yang terdaftar (IP public) agar bisa melakukan komunikasi dengan internet. Sementara, Wireless Access Point tidak mempunyai fitur fungsi NAT, sehingga mereka tidak bisa berbagi IP address terdaftar dari Internet Service Provider (ISP) dengan beberapa komputer di belakang Access Point (dimana Access Point ini dihubungkan langsung dengan Modem). Sebelum anda memutuskan untuk membeli, periksa terlebih dahulu dengan seksama apakah modem yang sekarang ini terpasang (atau kadang disediakan langsung oleh ISP) adalah modem murni yang tidak mempunyai fitur firewall atau sebuah modem dengan fungsi router/firewall. Jika anda melakukan setup Wireless Access Point langsung pada sebuah modem dengan harapan anda bisa berbagi koneksi Internet dengan beberapa komputer, maka anda akan hanya mendapati satu komputer saja yang bisa koneksi ke Internet.
3. Dengan adanya Wireless Router, modem bisa langsung disambung ke Wireless Router dan secara otomatis di-dial sehingga wireless klien dapat langsung terkoneksi dengan internet. Sebelum adanya Wireless Router koneksi internet via modem hanya dapat dilakukan langsung dari komputer atau perangkat jaringan tertentu. Fungsi modem dialer tidak dimiliki oleh Wireless Access Point.
4. Tidak semua jenis perangkat Wireless Access Point  memiliki kemampuan untuk mendistribusikan alamat IP ke wireless client secara otomatis. Sedangkan, Wireless Router dapat menjadi DHCP Server, dimana biasanya memerlukan server untuk service DHCP seperti ini.
5. Perangkat Wireless Access Point tidak memiliki fitur Bandwidth Management/Traffic Shaping, sedangkan perangkat Wireless Router dapat melakukan Traffic Shaping/Bandwidth Management.
6. Wireless Router dapat membelokkan paket data yang ditujukan ke server tertentu (Port Redirecting) dan memetakan port service yang ada di pc/server ke port yang berbeda (Port Forwarding). Sedangkan, Wireless Access Point tidak memiliki fasilitas Port Forwarding dan Port Redirecting.

Pengertian IP Adress Dan Kelas-Kelas nya

IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.

IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.

Kelas IP Address

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id,kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191

KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223

KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255

KELAS E,  memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.

untuk selanjutnya, IP ini juga terkait dengan yang namanya Subnetting.
Untuk Lebih Lengkap nya tentang Subnetting Klik Disini

Pengertian Subnetting

Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).


Subnet Mask Notasi

Ada dua bentuk notasi subnet, notasi standar dan CIDR (Classless Internet Domain Routing) notasi. Kedua versi dari notasi menggunakan alamat dasar (atau alamat jaringan) untuk menentukan titik awal jaringan, seperti 192.168.1.0. Ini berarti bahwa jaringan dimulai di 192.168.1.0 dan host mungkin pertama alamat IP di subnet ini akan 192.168.1.1.

Dalam standar subnet mask notasi, empat oktet nilai numerik digunakan sebagai dengan alamat dasar, misalnya 255.255.255.0. Topeng standar dapat dihitung dengan menciptakan empat biner oktet nilai untuk masing-masing, dan menempatkan biner digit .1. dengan ramuan jaringan, dan menempatkan digit biner 0. dengan ramuan jaringan. Pada contoh di atas nilai ini akan menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000. Dalam kombinasi dengan alamat dasar yang Anda memiliki definisi subnet, dalam hal ini subnet dalam notasi standar akan 192.168.1.0 255.255.255.0.

Dalam notasi CIDR, jumlah 1.s dalam versi biner dari topeng dihitung dari kiri, dan jumlah yang ditambahkan ke akhir dari alamat dasar setelah slash (/). Pada contoh di sini subnet akan dicatatkan dalam notasi CIDR sebagai 192.168.1.0/24.
Kapan Subnetting Digunakan?

Subnet dibuat untuk membatasi ruang lingkup lalu lintas siaran, untuk menerapkan keamanan jaringan tindakan, untuk memisahkan segmen jaringan berdasarkan fungsi, dan / atau untuk membantu dalam menyelesaikan masalah kemacetan jaringan ..,